Pancuran Mbok Rondo Kuning

Keindahan alam yang memukau dengan pancuran alami dan suasana yang menenangkan

Kisah Mbok Rondo Kuning

Di sebuah desa kecil di Jawa Timur, terdapat sebuah pancuran alami yang begitu terkenal, bernama "Pancuran Mbok Rondo Kuning". Airnya jernih, mengalir deras di antara bebatuan besar, seolah tak pernah kering meski musim kemarau panjang. Suara gemericik air berpadu dengan kesejukan udara pegunungan, menciptakan suasana damai yang menenangkan hati.

Nama unik tempat ini tidak lepas dari kisah legendaris seorang janda berparas cantik, berkulit kuning langsat, yang dikenal masyarakat sebagai Mbok Rondo Kuning. Konon, ia adalah sosok baik hati yang menjaga pancuran. Sebagian warga percaya bahwa Mbok Rondo Kuning sebenarnya seorang putri keraton Solo yang melarikan diri karena suatu peristiwa misterius. Meski kebenarannya masih diperdebatkan, kisah itu tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat sekitar, pancuran ini bukan sekadar sumber air. Sejak tahun 1919, tempat ini sudah dikenal luas. Bahkan pada tahun 1939 hingga 1984, airnya sempat dikonsumsi sehari-hari oleh warga. Keyakinan yang melekat adalah bahwa mandi di bawah pancuran akan membuat seseorang tampak lebih segar, awet muda, bahkan lebih cantik. Hingga kini, sebagian pengunjung masih datang untuk merasakan "tuah" dari air pancuran tersebut.

Kawasan sekitar "Pancuran Mbok Rondo Kuning" masih dikelilingi hutan bambu dan pepohonan rindang. Udara yang sejuk serta kicauan burung menjadikan suasana terasa alami dan asri. Banyak wisatawan yang datang sekadar untuk relaksasi, melepas penat, atau menikmati ketenangan di tengah alam. Bagi para pecinta fotografi, pemandangan alam di sekitar pancuran memberikan sudut-sudut menarik untuk diabadikan.

Ilustrasi Pancuran Mbok Rondo Kuning dengan air jernih mengalir di antara bebatuan dan pepohonan hijau

Ilustrasi Mbok Rondo Kuning

Ilustrasi Pancuran Mbok Rondo Kuning dengan air jernih mengalir di antara bebatuan dan pepohonan hijau

Identitas Wisata Mbok Rondo Kuning

Seiring berjalannya waktu, Dusun Sempukerep tempat pancuran ini berada tumbuh menjadi pemukiman yang hidup. Para leluhur dahulu tinggal di daerah bawah dekat sungai, namun perlahan pindah ke sekitar sumber air karena percaya tempat itu diberkahi. Kini, keberadaan pancuran tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga aset wisata yang terus dijaga masyarakat.

Sebagai destinasi wisata alam, "Pancuran Mbok Rondo Kuning" mulai diperkenalkan lebih luas kepada para pelancong. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk menikmati air pancuran, tetapi juga untuk belajar tentang sejarah dan legenda yang melekat pada tempat ini. Kisah Mbok Rondo Kuning menjadi daya tarik tersendiri, membuat wisatawan merasa seakan memasuki dunia penuh misteri keindahan.

Wisata "Pancuran Mbok Rondo Kuning" menampilkan keunggulan tempat ini, mulai dari pemandangan alami, udara segar, hingga cerita legendaris yang unik. Brosur tersebut juga memuat informasi akses jalan, fasilitas sederhana yang tersedia, serta rekomendasi waktu terbaik untuk berkunjung. Pagi hari adalah momen yang tepat, ketika cahaya matahari menembus pepohonan dan memantul di air pancuran yang jernih.

Jika Anda mencari tempat untuk beristirahat dari hiruk pikuk kota, "Pancuran Mbok Rondo Kuning" adalah pilihan tepat. Perpaduan antara alam yang indah, sejarah yang kaya, dan legenda yang hidup menjadikan destinasi ini berbeda dari wisata lainnya. Di sinilah, cerita masa lalu berpadu dengan kenyamanan masa kini, menghadirkan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Sejarah Pancuran Mbok Rondo Kuning

Di sebuah desa bernama Dalisodo, terdapat sebuah mata air yang hingga kini masih dijaga kesuciannya oleh masyarakat Dusun Sempukerep. Mata air itu bukan sekadar sumber kehidupan, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dan legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bersamaan dengan Mahasiswa Universitas Merdeka Malang yang sedang melaksanakan KKN ikut berperan dalam menjaga warisan ini dengan membangun sebuah gazebo di sekitar pancuran. Kepala Desa Dalisodo pun menjelaskan pentingnya pembangunan itu. Dengan penuh keyakinan ia berkata, "Fondasi gazebo ini dibuat permanen agar tetap kokoh dan tidak mudah rusak terkena luapan air."

Bagi warga Dalisodo, gazebo tersebut bukan hanya tempat beristirahat, namun ia adalah simbol. Seperti yang diucapkan sang Kepala Desa, "Gazebo ini bukan sekadar bangunan, tetapi wujud pelestarian adat dan budaya Desa Dalisodo. " Karena setiap bulan Suro, masyarakat berkumpul di sekitar pancuran untuk melakukan upacara adat. "Setiap bulan Suro, masyarakat melaksanakan tradisi di punden mata air yang dianggap sakral."

Sumber mata air itu dulunya menjadi penopang kehidupan warga. Mereka mengambil air untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari. Kepala Desa melanjutkan, "Sejak tahun 2019, sumber mata air ini kami rawat dan bersihkan, serta setiap tahun dijadikan tempat hajatan bersama warga." Dengan demikian, mata air itu tetap terjaga keberadaannya sekaligus menjadi pusat kebersamaan masyarakat.

Namun, yang membuat pancuran ini begitu istimewa bukan hanya airnya, melainkan sebuah cerita lama yang hidup di tengah masyarakat. Menurut kisah turun-temurun, ada seorang wanita cantik berkulit kuning yang pernah menetap di sekitar mata air itu. Kepala Desa pun mengulanginya, "Menurut cerita, di mata air ini pernah tinggal seorang wanita cantik berkulit kuning, dikenal sebagai Mbok Rondo Kuning"

Gazebo yang dibangun mahasiswa KKN UNMER Malang di sekitar Pancuran Mbok Rondo Kuning dengan latar belakang alam hijau dan pepohonan rindang

Gazebo yang dibangun oleh Mahasiswa KKN UNMER MALANG 2025, Kelompok 7

Legenda inilah yang kemudian menjadikan pancuran tersebut diberi nama "Pancuran Mbok Rondo Kuning". Dengan penuh kebanggaan, sang Kepala Desa menutup ceritanya, "Program kerja mahasiswa Universitas Merdeka Malang ini sekaligus akan menamai tempat ini dengan sebutan Pancuran Mbok Rondo Kuning."

Sejak saat itu, pancuran ini bukan hanya tempat mengambil air, tetapi juga lambang sejarah, budaya, dan cerita rakyat yang diwariskan dari orang tua kepada anak cucu. Dan legenda Mbok Rondo Kuning pun terus hidup, mengalir bersama kejernihan mata air Dalisodo.

Galeri Sejarah

Tradisi Suroan di Pancuran Mbok Rondo Kuning merupakan salah satu wujud kearifan lokal masyarakat di Desa Dalisodo Khususnya Dusun Sempukerep yang masih dilestarikan hingga kini. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap malam 1 Suro (1 Muharram dalam penanggalan Hijriyah), yang diyakini sebagai waktu sakral untuk membersihkan diri, baik lahir maupun batin.

Pancuran Mbok Rondo Kuning, sebuah mata air alami yang menyimpan cerita legenda tentang seorang perempuan bernama Mbok Rondo Kuning, menjadi pusat kegiatan. Masyarakat percaya bahwa pancuran ini memiliki kekuatan spiritual sekaligus membawa kesejukan dan ketenteraman bagi siapa saja yang datang untuk berdoa dan melarung hajat.

Syukuran
Syukuran
Syukuran
Syukuran

Dalam pelaksanaannya, masyarakat sekitar berkumpul di lokasi pancuran untuk melakukan doa bersama, tahlilan, serta tirakatan. Sebagian pengunjung melakukan kungkum (berendam) atau sekadar membasuh muka dengan air pancuran sebagai simbol pembersihan diri dari segala dosa dan kesialan, serta memohon keberkahan di tahun baru Jawa. Tradisi ini tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjadi daya tarik bagi para peziarah maupun wisatawan.

Dengan suasana hening malam Suro, percikan air dari Pancuran Mbok Rondo Kuning, serta doa-doa yang dipanjatkan, Suroan di tempat ini menghadirkan pengalaman spiritual yang khidmat sekaligus menyentuh hati.

Galeri Wisata

Fasilitas Wisata

Petunjuk arah

Untuk menuju ke "Pancuran Mbok Rondo Kuning" anda dapat mengikuti petunjuk arah.

Jembatan

Jembatan Mbok Rondo Kuning merupakan akses untuk menuju spot foto.

Tempat Sampah

Tempat sampah di Mbok Rondo Kuning di rancang untuk memudahkan pengunjung membuang sampah dengan benar.

Gazebo

Gazebo Mbok Rondo Kuning menjadi salah satu spot favorit dan tempat yang sempurna untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam.

Mata Air

Mata air Mbok Rondo Kuning menjadi salah satu keajaiban alam yang di percaya dapat menunda penuaan dini.

Review Pengunjung

Foto Lestari

Diah Ayu Lestari

Kalimantan Tengah

"Tempatnya asri enak untuk dibuat nongkrong."

Foto Budi

Dimas Adi Saputra

Jakarta

"woowwwwwww wow keren banget."

Foto Ratna

Dido Satria

Banyuwangi

"Tempatnya nyaman luas dan bagus cocok untuk nongkrong bersama kaluarga."

Foto Budi

Devina Salsa

Jayapura

"Nyaman bangeetttt swejuukkkkk polll."

Foto Budi

Diana Fitri

Malang

"Seru banget buat ngadem."

Foto Budi

Dimas Kumbang P

Palembang

"Bagus sekali sangat asri dan sejuk."

Foto Budi

Diyan Fitrah (SIMON)

Situbondo

"Tempat wisata yang bisa di kunjungi bersama keluargaaa."

Foto Budi

Petrus Dastin

Kalimantan Barat

"Tempatnya enak banget!!! adem, tenang cocok banget untuk yang suka kondusif."

Foto Budi

Dewi Shinta

Probolinggo

"Keren sekaliii ayok cobak kesini."

Lokasi dan Jam Buka

Bale Parembukan Unmer KKN Kelompok.7
Alamat

Dusun Sempukerep, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur


Jam Buka

24 Jam


Kontak
+62 823-3566-7312

pancuranmbokrondokuning@gmail.com

Video Profile

Video 1

Penjelasan dari Kepala Desa Dalisodo "Bapak Suprapto"

Video 2

Video Profile Proker

Video 3

Video Profile Pancuran Mbok Rondo Kuning